Abu Nawas belum kembali. Kata istrinya ia
bersama seorang Pendeta dan seorang Ahli Yoga sedang melakukan pengembaraan suci. Padahal saat
ini Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas. Beberapa hari terakhir ini Baginda merencanakan membangun
istana di awang-awang. Karena sebagian dari raja-raja negeri sahabat telah membangun
bangunan-bangunan yang luar biasa.
TIPU DIBALAS TIPU
Ada seorang Yogis (Ahli Yoga) mengajak seorang
Pendeta bersekongkol akan memperdaya Iman Abu Nawas. Setelah mereka mencapai kata sepakat,
mereka berangkat menemui Abu Nawas di kediamannya.
TETAP BISA CARI SOLUSI
Mimpi buruk yang dialami Baginda Raja Harun AI
Rasyid tadi malam menyebabkan Abu Nawas diusir dari negeri kelahirannya sendiri. Abu
Nawas tidak berdaya. Bagaimana pun ia harus segera menyingkir meninggalkan
negerinya tercinta hanya karena mimpi. Masih jelas terngiang-ngiang kata-kata
Baginda Raja di telinga Abu Nawas.
TARUHAN MEMANTATI RAJA
Pada suatu sore ketika Abu Nawas ke warung teh
kawan-kawannya sudah berada di situ. Mereka memang sengaja sedang menunggu Abu Nawas.
"Nah ini Abu Nawas datang:" kata salah seorang dari mereka.
"Ada apa?" kata Abu Nawas sambil memesan secangkir teh
hangat.
"Kami tahu engkau selalu bisa melepaskan diri dari
perangkap-perangkap yang dirancang Baginda Raja Harun AI Rasyid. Tetapi kami yakin kali ini
engkau pasti dihukum Baginda Raja bila engkau berani melakukannya.",
kawan-kawan Abu Nawas membuka percakapan.
"Apa yang harus kutakutkan. Tidak ada sesuatu apapun yang perlu
ditakuti kecuali kepada Allah
SWT." kata Abu Nawas menentang.
PINTU AKHIRAT
Tidak seperti biasa, hari itu Baginda tiba-tiba
ingin menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa
sepengetahuan siapa pun agar lebih leluasa bergerak. Baginda mulai keluar
istana dengan pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di
sebuah perkampungan beliau melihat beberapa orang berkumpul. Setelah Baginda
mendekat, ternyata seorang ulama sedang menyampaikan kuliah tentang alam barzah.
Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bergabung di situ. La bertanya kepada
ulama itu.
PERINGATAN ANEH
Suatu hari Abu Nawas dipanggil Baginda.
"Abu Nawas." kata Baginda Raja Harun AI Rasyid memulai
pembicaraan.
"Daulat Paduka yang mulia." kata Abu Nawas penuh takzim.
"Aku harus berterus terang kepadamu bahwa kali ini engkau kupanggil bukan untuk
kupermainkan atau kuperangkap. Tetapi aku benar-benar memerlukan
bantuanmu." kata Baginda bersungguh-sungguh.
ORANG - ORANG KANIBAL
Saat itu Abu Nawas baru saja pulang dari istana
setesah dipanggil Baginda. ia. t:dak langsung pulangke rumah melainkan
berjalan-jalan lebih dahulu ke perkampungan orang-orang badui. ini memang sudah menjadi kebiasaan
Abu Nawas yang suka rnempelajari adat istiadat orang-orang badui.
MERAYU TUHAN
Abu Nawas sebenamya adalah seorang ulama yang
alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit.
MENYIASATI TUKANG BOHONG
Kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan
mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu
Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka
beramairamai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta. Abu Nawas
tidak keberatan. Mereka berangkat dengan mengendarai keledai masing-masing sambil
bercengkrama.
MENJEBAK PENCURI
Pada zaman dahulu orang berpikir dengan cara
yang amat sederhana. Dan karena kesederhanaan berpikir ini seorang pencuri yang telah berhasil
menggondol seratus keping lebih uang emas milik seorang saudagar kaya
tidak sudi menyerah.
Langganan:
Komentar (Atom)

