Sorenya, Abu Nawas pergi ke toko
pakaian. Dipilihnya salah satu baju yg agak bagus dan mahal.
Tapi dia memilih warna kuning yg tidak disukainya serta
motif kotak2 yg norak. Dibawanya baju itu ke sang penjual. “Baju
ini bagus bahannya tapi aku tidak suka warna dan motifnya, bisakah kau carikan aku alternatif lain?”
Walaupun agak pesimis melihat tampilan
Abu Nawas, si penjual tetap dgn ramah menawarkan baju lain yg lebih murah berwarna putih polos, “Bagaimana kalo yg ini, Tuan? Harganya lebih murah daripada yg itu, tapi warnanya bagus dan cocok
untuk Tuan.”
Abu Nawas mengambil baju tsb dan pura2 menimbang-nimbang. “Hmmm… boleh juga. Baiklah, kalo begitu aku tukar aja baju ini“, sambil meletakkan baju yg tidak disukainya, “dgn baju ini“, lanjut
Abu Nawas sembari mengambil baju yg ditawarkan si penjual, “apa boleh?” Karena si penjual tidak yakin Abu Nawas akan mampu membayar
baju yg mahal itu, tentu saja si penjual dgn senang hati mengijinkan. “Tentu boleh, Tuan. Pembeli adalah raja!” ujar si penjual sambil tersenyum lebar.
“Terima kasih, tolong
dibungkuskan ya“, kata Abu Nawas tanpa menawar lagi.
Si penjual pun dgn sigap membungkus baju tsb dan
menyerahkannya pada Abu Nawas.
“Harganya hanya dua puluh ribu
rupiah saja, Tuan“, si penjual meminta uang pembayaran
pada
Abu Nawas.
“Loh, kenapa aku harus membayar
baju ini?“, Abu Nawas pura2 protes.
“Tuan kan sepakat beli baju ini,
ya harus bayar dong“, jawab si penjual, agak bingung.
“Gini ya… tadi aku kan mau beli
baju kuning itu, tapi aku gak suka warnanya dan kau
mengijinkan aku untuk menukarnya dengan baju putih
ini“, Abu Nawas beralasan.
“Iya… berarti Tuan harus bayar
baju putih ini.“
“Lah… baju putih ini kan sudah
aku tukarkan dgn baju yg kuning tadi, kenapa harus bayar
lagi?“
“Iya… tapi… baju yg kuning tadi
juga belum Tuan bayar“, si penjual jadi agak bingung.
“Loh… kenapa aku harus bayar baju
kuning itu? Kan aku tidak jadi beli itu. Kenapa aku harus
bayar barang yg tidak jadi aku beli?“
“Nah, berarti Tuan bayar baju
putih ini.“
“Gimana sih? Baju putih ini kan
sudah aku tukarkan dgn baju kuning tadi!“
Si penjual pun kebingungan. Dengan santai dan senyum simpul,
Abu Nawas meninggalkan toko pakaian dan penjualnya sambil membawa bungkusan baju putih
di tangan yg diperolehnya secara gratis


0 komentar:
Posting Komentar