Dalam perjalanan menuju ke hutan, tiba-tiba
cuaca yang cerah berubah menjadi mendung. Baginda memanggil Abu Nawas. Dengan penuh rasa hormat Abu
Nawas mendekati Baginda.
"Tahukah mengapa engkau aku panggil?" tanya Baginda tanpa
sedikit pun senyum di wajahnya.
"Ampun Tuanku, hamba belum tahu." kata Abu Nawas
"Kau pasti tahu bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Hutan
masih jauh dari sini. Kau kuberi kuda yang lamban.
Sedangkan aku dan pengawal-pengawalku akan menunggang kuda yang cepat. Nanti
pada waktu santap siang kita berkumpul di tempat peristirahatanku. Bila hujan
turun kita harus menghindarinya dengan cara kita masing-masing agar pakaian kita tetap
kering. Sekarang kita berpencar." Baginda menjelaskan.
Kemudian Baginda dan rombongan mulai bergerak.
Abu Nawas kini tahu Baginda akan menjebaknya. la harus mancari
akal. Dan ketika Abu Nawas sedang berpikir, tiba-tiba hujan turun. Begitu hujan
turun Baginda dan rombongan segera memacu kuda untuk mencapai tempat
perlindungan yang terdekat. Tetapi karena derasnya hujan, Baginda dan para
pengawalnya basah kuyup. Ketika santap siang tiba Baginda segera menuju tempat
peristirahatan. Belum sempat baju Baginda dan para pengawalnya kering, Abu
Nawas datang dengan menunggang kuda yang lamban. Baginda dan para pengawal
terperangah karena baju Abu Nawas tidak basah. Padahal dengan kuda yang paling cepat pun
tidak bisa mencapai tempat berlindung yang paling dekat. Pada hari kedua
Abu Nawas diberi kuda yang cepat yang kemarin ditunggangi Baginda Raja. Kini
Baginda dan para pengawal-pengawalnya mengendarai kuda-kuda yang lamban.
Setelah Abu Nawas dan rombongan kerajaan
berpencar, hujan pun turun seperti kemarin. Malah hujan hari ini
lebih deras daripada kemarin. Baginda dan pengawalnya langsung basah kuyup
karena kuda yang ditunggangi tidak bisa berlari dengan kencang. Ketika saat bersantap
siang tiba, Abu Nawas tiba di tempat peristirahatan lebih dahulu dari Baginda dan
pengawalnya. Abu Nawas menunggu Baginda Raja. Selang beberapa saat
Baginda dan para pengawalnya tiba dengan pakaian yang basah kuyup. Melihat Abu
Nawas dengan pakaian yang tetap kering Baginda jadi penasaran. Beliau tidak
sanggup lagi menahan keingintahuan yang selama ini disembunyikan.
"Terus terang begaimana caranya menghindari hujan , wahai Abu
Nawas." tanya Baginda. "Mudah Tuanku yang mulia." kata Abu Nawas sambil
tersenyum.
"Sedangkan' aku dengan kuda yang cepat tidak sanggup mencapai tempat
berteduh terdekat, apalagi dengan kuda yang lamban ini." kata Baginda.
"Hamba sebenarnya tidak melarikan diri dari hujan.Tetapi begitu
hujan turun hamba secepat mungkin melepas pakaian hamba dan segera melipatnya,
lalu mendudukinya. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti."
Diam-diam Baginda
Raja mengakui kecerdikan Abu Nawas.


0 komentar:
Posting Komentar